Ingin ke luar angkasa? Astronaut Indonesia beberkan syaratnya

Ingin ke luar angkasa? Astronaut Indonesia beberkan syaratnya

Jakarta (ANTARA) – Tidak hanya siapa saja yang lolos seleksi terjun ke luar angkasa, astronot wanita pertama Indonesia, Pratiwi Sudarmono memaparkan persyaratan yang harus ada berdasarkan pengalamannya tiga dekade lalu.

Pratiwi tidak pergi ke luar angkasa pada tahun 1986 karena program pesawat luar angkasa Amerika tertunda akibat pesawat ulang-alik Challenger, tetapi dia telah melalui sejumlah kursus seleksi dan pelatihan astronot.

Kesehatan fisik tentu saja menjadi salah satu pertimbangan utama. Pratiwi menuturkan, menurut NASA, 75 persen anak muda bisa lolos seleksi fisik astronot.

Tapi itu bukan satu-satunya penilaian. Ketahanan mental sama pentingnya karena astronot harus melalui hari-hari ekstrim, jauh berbeda dengan kehidupan sehari-hari di bumi.

Baca juga: Batal ke Luar Angkasa, Alasan Astronot Indonesia Tidak Ikut Misi Lain?

Baca juga: Pratiwi Sudarmono mengungkapkan persiapannya menjadi astronot wanita pertama

“Tapi ada tes yang lebih ketat, seperti psikoterapi,” kata Pratiwi dalam webinar bersama Komunitas Tintin Indonesia, Sabtu.

Ada karakter yang harus dimiliki oleh seseorang melalui pilihan astronotnya, di antaranya orang yang bisa mengatasi stres, tidak mudah marah, bahkan bisa mengambil keputusan yang tepat dalam keadaan darurat.

Hal seperti ini sudah beberapa kali diuji, kata Guru Besar Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Selain dipantau dan diuji di Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional, Pratiwi juga diuji di Badan Antariksa dan Penerbangan Nasional (NASA), badan antariksa Amerika Serikat.

Anggota misi pesawat ruang angkasa STS-61-H, yang bertujuan untuk membawa satelit komersial termasuk satelit Palapa B3, juga mempelajari struktur pesawat ruang angkasa yang akan digunakan.

"Bagian tersulitnya adalah mempelajari sistem shuttle. Bagi saya, seorang dokter dan spesialis lab, ini agak sulit."

Baca:  Masih ingat seruan "eee...aaa!", GFRIEND kangen Buddies Indonesia

Sepulang dari pelatihan luar angkasa, doktor biologi molekuler di Osaka University ini mengabdikan waktunya pada dunia mikrobiologi.

Baca juga: Sembilan tahun di Soyuz, NASA mengirim astronot dengan roket SpaceX

Baca juga: NASA telah menunda misinya untuk kembali ke bulan karena korona

Baca juga: Astronot Apollo 11 Buzz Aldrin mengeluhkan kemampuan AS saat ini ke Bulan

Reporter: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2020