The Panturas mainkan instrumen lintas etnis di “Balada Semburan Naga”

The Panturas mainkan instrumen lintas etnis di "Balada Semburan Naga"
Jakarta (ANTARA) – Grup band The Panturas merilis lagu tunggal terbaru berjudul “Balada Semburan Naga” sebagai pemanasan menuju album kedua yang rencananya rilis pada pertengahan tahun 2021.

Lagu ini kaya akan instrumentasi dari berbagai melodi lintas etnis, meski musiknya sendiri masih didominasi warna surf-garage rock A Go-Go tahun 1960-an yang menjadi ciri khas dari The Panturas.

Yang menjadi unik musik tersebut dikawinkan dengan celotehan khas Betawi seperti gambang kromong milik Benyamin Sueb.

“Kami lebih mengeksplorasi corak suara yang aneh di sini. Tidak lagi cuma empat orang yang memainkan gitar, bass dan drum, tapi mulai berani menggunakan instrumen lain seperti keyboard, tehyan (biolaBetawi) dan synthesizer. Semuanya bisa terlaksana dengan matang berkat produser Lafa Pratomo,” ujar pemain bass Bagus “Gogon” Patria melalui keterangan resminya, Jumat.

Pada karya kali ini, The Panturas memang memutuskan untuk menggandeng produser, tidak seperti album sebelumnya “Mabuk Laut” yang hanya dikerjakan berempat. Hal ini dilakukan untuk lebih melihat potensi yang dimiliki oleh The Panturas.

The Panturas juga mengajak Adipati, vokalis band hardcore punk The Kuda sebagai penyanyi tamu dalam “Balada Semburan Naga”.

“Konsep album kedua nanti ibarat berada dalam sebuah kapal yang berisi banyak orang dari berbagai macam budaya. Ada Cina, Jepang, Arab, Eropa, Amerika dengan segala cerita dan permasalahan yang dimiliki. Kami merangkul mereka lalu coba menafsirkannya ke dalam musik yang beragam fusion dari surfrock, garage, rockabilly, Arabian, waltz sampai irama Melayu,” ujar drummer The Panturas, Surya Fikri Asshidiq.

Baca juga: Satu Garis jadwalkan debut album “Twenty Seven”

Baca juga: Deffa project masuk 100 besar Virtual Band Competition

Baca:  Dalang dari tiga negara pentaskan wayang kulit bersama secara virtual

Baca juga: Kotak rilis abum “Identitas”, rayakan 16 tahun berkarya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020